Friday, March 6, 2026

Kapan Saat Paling Tepat Beli Reksa Dana?

 Kapan Saat Paling Tepat Beli Reksa Dana?

Irvin Avriano A,  CNBC Indonesia
23 August 2018 19:26

Jurnalis merangkap analis yang kembali ke media dengan diawali dari kerinduannya menulis. Saat ini fokus pada rubrik investasi bermodal sepucuk lightsaber merah dan ilmu sejarah, serta sejumput pengalaman di koran ekonomi berbahasa Indonesia terbesar dunia serta sekuritas lokal ternama.




Catatan: Artikel ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi CNBCIndonesia.com "Waiting gives the devil time," ujar Greg Kinnear kepada Jack Nicholson dalam As Good as It Gets (1997). Intinya, sederhana= jangan coba-coba tunda lagi.

Seiring dengan investasi pasar modal sekarang, lihatlah niat mulia untuk berinvestasi oleh kaum muda sekarang ini. Ketika teman-temannya sedang menghamburkan uang untuk hal-hal fana, ada segelintir anak muda 'zaman now' yang sudah berpikiran untuk menginvestasikan sejumput dananya ke pasar modal.

Terharu. Namun, niat ternyata belum cukup hingga uangnya dibelikan produk investasi, sampai bukti pembelian produk itu sampai ke depan matanya, di mana saat ini reksa dana masih menjadi bentuk investasi paling sederhana dan paling generik di pasar modal.



Lain dulu lain sekarang. Dulu ketika saya dan teman-teman seprofesi pertama kali kenal makhluk satu ini, niat membeli reksa dana harus dilanjutkan dengan langsung datang ke meja customer service bank atau kantor si pengelola reksa dana yaitu manajer investasi untuk membuka rekening. Teringat saat itu indeks di IDX 1.700, masih hangat setelah terkena gempuran krisis subprime di AS.

Setelah rekening jadi dalam waktu dua pekan, baru kami bisa membeli reksa dana yang minimal pembeliannya Rp 500.000. Memang dulu pasar modal dan reksa dana merupakan produk eksklusif, tidak bisa sembarang orang bisa masuk atau bahkan memiliki produknya.

Untuk menjaga batas tersebut, maka ditetapkanlah minimal pembelian yang tinggi. Teringat saat itu bahkan ada manajer investasi yang menetapkan batas minimal pembelian reksa dananya hingga Rp 100 juta karena incarannya adalah investor kakap bin kingkong. Pada medio 2008 itulah, setelah dicari maka nilai pembelian reksa dana yang terendah saat itu Rp 500.000 untuk pembelian pertama.

Fee beli (subscription) dan fee jual (redemption) saat itu masih umum diberlakukan kepada setiap transaksi, dengan rentang 1%-2% dari pokok transaksi. Saat itu memang sudah ada fasilitas pembelian rutin berkala (installment), dan karena kami tidak betah datang ke bank setiap bulan untuk mencicil, maka kami manfaatkan fasilitas itu untuk mengoper dana tiap bulan ke reksa dana yang sudah dipilih-pilih dengan seksama.

Transaksi dilakukan di depan agen penjual yang kadang lebih tidak mengerti tentang produk dagangannya dibanding Anda sendiri. Formulir demi formulir ditandatangani, untungnya ada teknologi canggih (untuk ukuran saat itu) berupa kertas karbon yang dapat mengkopi tulisan, ditambah materai tiap transaksi. Bukti beli dan laporan bulanan dikirim melalui pos setiap bulan.

Lelah!


Tapi sisi bagusnya akhirnya dilakukan juga meskipun memakan waktu hampir setahun sejak pertama kali belajar dan menulis. Butuh kuliah dari fund manager-fund manager dan kursus dari pegawai-pegawai Kemenkeu/OJK untuk memberanikan diri kami menceburkan kaki ke reksa dana.

Hasilnya tak membuat kami jadi miliuner tentu, tetapi tetap lumayan.

Dibanding beberapa teman yang lebih dulu punya mobil dan rumah, kami masih punya beberapa reksa dana yang disisakan dan ditambah tiap bulan sejak 2009. Reksa dana kami berserakan di beberapa bank kustodian, bank penjual, manajer investasi, dan agen penjual lain. Angkanya pun tak wah. Tidak mengubah kasta secara signifikan.

Namun, kalau mengingat uang nikah yang sepersepuluhnya disumbang dari reksa dana, kalau ingat uang lahiran anak yang sepertiganya dari reksa dana, dan kalau bisa liburan ke luar negeri yang setengahnya dari reksa dana, tak selalu mengandalkan utang ketika butuh uang, ya tentu Alhamdulillaah.

Namun juga, kalau sudah waktunya mengumpulkan data menjelang pengisian SPT dan laporan pajak tiap Maret, mengurutkan satu-satu produk yang dimliki justru menjadi pengobar semangat karena angka yang akan dilihat terakhir merupakan angka yang kadang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

Meskipun bersyukur, namanya juga manusia yang kadang masih tidak ada cukup-cukupnya. Kadang terpikir untuk membalikkan waktu hingga masa-masa kuliah dan sudah bisa menabung, sehingga ada bagian tabungan yang sudah dapat di tanam di pasar modal melalui reksa dana.

Better Late Than Never

Otomatis, angka aset ajaib di lembar SPT tahunan tadi tentu dapat bertambah, atau bahkan berlipat-lipat. Namanya juga penyesalan, datangnya selalu datang belakangan. Kalau di depan namanya baru niat. But still, better late than never. 

Sekarang, seiring dengan derasnya arus minat insan milenial yang tak terbendung, ditambah gelombang teknologi informasi yang memasukkan modalnya yang seperti tak terhingga, tampaknya OJK di Soemitro mulai mendengar kebutuhan dan ketersediaan fasilitas untuk memenuhinya. 

Beberapa ketentuan dilonggarkan. Kalau bahasa OJK-nya adalah = tidak dihilangkan, tetapi disederhanakan. 

Informasi dan edukasi pun dengan mudah didapatkan. Belasan situs investasi mumpuni dapat dikunjungi setiap waktu untuk memperkaya pengetahuan tentang pasar modal dan reksa dana.

Tengok saja situs Bursa Efek Indonesia dan situs lainnya.

APERD independen lain adalah Supermarketreksadana, Investamart, Tanamduit, X-Dana, dan Invisee. Belum lagi setiap fund manager memiliki situs sendiri bahkan aplikasi yang mampu mengarahkan calon investor sesuai dengan profil masing-masing. 

Coba saja cari di Android play store atau Apple iStore aplikasi MoInves milik PT Mandiri Manajemen Investasi, Simas Fund milik PT Sinarmas Asset Management, ReksadanaSAM PT Samuel Asset Management, OSO Reksa milik PT Oso Manajemen Investasi, IPOT Fund milik PT Indo Premier Sekuritas, dan Asanusa RDO milik PT Asanusa Asset Management. 

Untuk yang hybrid, gabungan antara reksa dana dan saham, bisa ditengok aplikasi MOST punya PT Mandiri Sekuritas, Trima milik PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, POEMS milik PT Phillip Sekuritas, dan D'One milik PT Danareksa Sekuritas. 

Rata-rata dari mereka sudah menggratiskan ongkos (fee) beli-jual reksa dana sehingga nasabah tak perlu menambahkan transferan uang pembelian atau menyisakan saldo ketika menjual produknya. Begitu juga di fasilitas pembelian online serupa milik website sekuritas dan fund manager lain. 

Coba dilihat web-nya Max Fund bagi nasabah PT Mirae Asset Sekuritas dan Mutual Unity untuk nasabah PT BNI Sekuritas. 

Selain masih mencoba-coba akun sekuritas itu, kami pun tertegun juga ketika membuka website layanan elektronik penjualan (e-commerce) reksa dana, terutama milik swalayan reksa dana yang mengantongi izin agen penjual reksa dana (APERD). 

Mereka tidak perlu bukti keberadaan fisik untuk menjalankan proses mengenal konsumen (know your consumer/KYC), cukup video call. Bahkan, tanda tangan digital pun dimungkinkan. W.O.W.! 

Cara mudah itu sudah tersedia di Klikmami.com, Bareksa.com, Investree, Bukalapak, dan Tokopedia. Bahkan, mereka menyediakan fasilitas autoswitch dan pencairan instan (early redemption). 

Masuk ke website yang diperkaya desain dan customer experience-nya unyu-unyu kekinian, investor sangat dimanjakan dengan fasilitas pilah-pilih serta mencari pembanding. Tinggal tak-tuk tak-tuk dengan menekan layar hape smartphone Anda, tak lagi menggores pulpen di atas formulir hijau-kuning berlembar-lembar. 

Lantas, transaksi pembelian (subscription) pun terjadi dengan sangat mudah. Dana pun tinggal transfer, tak harus datang ke gerai maupun cabang si perusahaan penjual. Laporan transaksi beli-jual dan laporan bulanan pun di-email. Paperless is in the house, bro! 

So, what are you waiting for? Nggak mau nungga-nunggu IHSG koreksi lagi kan?

May the cuan be with you. 










Friday, November 29, 2013

Investor Summit, untuk siapa?

Acara di hotel berbintang lima dan tamu bintang tujuh ternyata mampu menghidupkan Investor Summit and Capital Market Expo 2011 di Jakarta belum lama ini. Tak hanya karena venue yang bergengsi yaitu Ritz-Carlton Pacific Place Hotel. Namun, bintang tamu acaranya juga mentereng: menkeu, ketua BKPM, staf ahli Kementerian BUMN, dan ketua Bapepam-LK.


Tulisan lengkap dapat dilihat di sini.

Saturday, October 12, 2013

Mutasi Friday the 13th Bapepam-LK

BI/market
16/1/2012
Irvin Avriano A.
Bisnis Indonesia

Mutasi Friday the 13th Bapepam-LK

Acara di Aula Gedung Juanda Kementerian Keuangan Jumat pekan lalu tampak meriah, terutama dengan barisan katering yang ditata mewah untuk menampung puluhan pejabat dan pendampingnya di lantai dua gedung tersebut.

Namun, bagi sebagian pihak, istilah Friday the 13th mungkin benar-benar terjadi sore itu.

Thursday, May 9, 2013

Fwd: Fw: VARIA: Talk Inc gelar CSR pelatihan komunikasi guru



---------- Forwarded message ----------
From: <irvinmenyenx@gmail.com>
Date: 2013/5/7
Subject: Fw: VARIA: Talk Inc gelar CSR pelatihan komunikasi guru
To: Mbak Diena DLE <dienalestari@yahoo.com.au>



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: irvin.avriano@bisnis.co.id
Date: Tue, 7 May 2013 09:17:51
To: Jibi<jibi@bisnis.co.id>; Irvin Me'enx Avriano Arief<irvinmenyenx@gmail.com>
Reply-To: irvin.avriano@bisnis.co.id
Subject: VARIA: Talk Inc gelar CSR pelatihan komunikasi guru

BI/varia
Irvin Avriano A.
Bisnis Indonesia


BISNIS.COM, JAKARTA: Sekolah komunikasi yang didirikan presenter Erwin Parengkuan dan Rebecca 'Becky' Tumewu bernama Talk Incorporation (Talk Inc) mengadakan aksi sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) dengan mengadakan program gratis pelatihan untuk enam guru di tiga sekolah.


Erwin Parengkuan mengatakan CSR itu dilakukan bertepatan dengan perayaan ulang tahun keenam sekolah yang dia pimpin.

Monday, April 15, 2013

Fuad Rahamny dan Warisan Arjuna di Bapepam-LK


Fuad Rahamny dan Warisan Arjuna di Bapepam-LK

Suasana di ballroom Ritz-Carlton Pacific Place pada Jumat malam itu layaknya perhelatan paparan publik emiten yang akan melakukan penawaran umum perdana saham atau obligasi.

Namun, jelas itu bukan acara biasa meski ruang paling sudut bagian timur hotel itu juga dipenuhi puluhan pelaku pasar modal dan dihadiri jajaran Bapepam-LK, self-regulatory organization (SRO), dan emiten.

Acara itu dibuka dengan kalimat Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Lily Widjaja, "If a picture paints a thousand words". Ucapan yang merujuk 20 foto berpigura Ahmad Fuad Rahmany yang dipajang di bagian lobby.

Foto-foto Fuad, yang baru diangkat menjadi Dirjen Pajak 2 pekan lalu itu, menghanyutkan setiap tamu yang hadir pada acara perpisahan yang dibayar dari kocek SRO.

Ada foto presiden SBY dan Ibu Sri Mulyani yang di-blur, demi menonjolkan sosok Fuad. Lalu ada foto hitam putih jajaran direksi SRO dan Bapepam-LK yang menonjolkan Fuad karena hanya dia yang diberikan warna.

Thursday, March 7, 2013

Fwd: VARIA: Konser Aerosmith targetkan 20.000 penonton


---------- Forwarded message ----------
From: <irvin.avriano@bisnis.co.id>
Date: 2013/3/6
Subject: VARIA: Konser Aerosmith targetkan 20.000 penonton
To: Jibi <jibi@bisnis.co.id>
Cc: Transfer <menyenxtrabalist@gmail.com>

BI/varia
Irvin Avriano A.
Bisnis Indonesia

JAKARTA: Konser band rock legendaris AS yaitu Aerosmith pada Mei ditargetkan dapat menjaring 20.000 penonton lokal dan internasional.

Brand Manager Ismaya Live Yudha Perdana sebagai salah satu promotor mengatakan jumlah itu masih berpotensi naik jika animo penonton lebih besar dari prediksi.

Fwd: mas, aku nyumbang ya

BI/wawancara
Irvin Avriano A.
Bisnis Indonesia

Industri reksa dana dan tantangan Schroder


Investasi di pasar modal semakin terlihat menjanjikan di tengah potensi pertumbuhannya, begitu juga dengan produk investasi dan reksa dana di dalam negeri yang dikelola manajer investasi. Seperti halnya posisi indeks harga saham gabungan (IHSG) yang berkali-kali menembus rekor tertingginya hingga 4.811 awal bulan ini, dana kelolaan industri reksa dana juga turut tumbuh hingga Rp183,2 triliun per akhir Februari.

Bagaimana posisi dan strategi perusahaan fund manager berdanakelolaan terbesar di Indonesia, PT Schroder Investment Management Indonesia, menghadapi tantangan zaman dan persaingan yang semakin ketat? Berikut petikan wawancara Bisnis Indonesia dengan Michael Tjandra Tjoajadi, Direktur Utama Schroder Indonesia.

Bagaimana kondisi Schroder Indonesia sekarang?
Kami masih yang pertama dan merupakan perusahaan dengan rekor terpanjang di posisi pertama di industri pengelolaan investasi, sejak 2005 ketika krisis reksa dana hingga sekarang. Pencapaian itu tidak lepas dari konsistensi filosofi investasi dan proses investasi yang didukung pengontrolan risiko dan compliance (kepatuhan) yang  diterapkan sama di semua Schroders di dunia dan disiplin terhadap semua prinsip.