Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: irvin.avriano@bisnis.co.id
Date: Thu, 5 Apr 2012 06:59:35
To: newsroom<newsroom@solopos.com>; newsroom<newsroom@solopos.net>
Reply-To: irvin.avriano@bisnis.co.id
Subject: MARKET: Kupon terpendek Indomobil 6,5%--7,15%
BI/market
5/4/2012
Irvin Avriano A. & Edwina
Bisnis Indonesia
Kupon terpendek Indomobil ditawarkan 6,5%--7,15%
JAKARTA: PT Indomobil Finance Indonesia, multifinance anak usaha PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, menawarkan kupon obligasi berkelanjutan I/2012 tahap I perseroan yang terpendek di level 6,5%--7,15%.
Dua orang calon investor yang hadir dalam paparan publik penawaran awal obligasi tersebut mengatakan kupon tersebut ditawarkan untuk obligasi tranche A yang bertenor 1 tahun.
"Tranche B tenornya [yang ditawarkan] 3 tahun 7,5%--8,4%, dan tranche C tenornya 4 tahun 7,75%--8,65%," ujar salah satu eksekutif sekuritas usai paparan publik obligasi perusahaan hari ini, 5 April 2012.
Dalam proses penerbitan obligasi itu, emiten berkode efek IMFI tersebut menggunakan jasa PT CIMB Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities, PT Kresna Graha Sekurindo Tbk, PT NISP Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi. PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai wali amat efek utang tersebut.
Sebelumnya, perseroan menyatakan niat menawarkan obligasi berkelanjutan tahap pertama itu sebesar Rp750 miliar dalam lima tranche.
Tranche A bertenor 370 hari, B berjangka waktu 24 bulan, C bertenor 36 bulan, D bertenor 48 bulan, dan E berjangka waktu 60 bulan.
Hasil penerbitan surat utang ini akan dimanfaatkan perseroan yang dipimpin oleh Jusak Kertowidjojo tersebut sebagai modal kerja pembiayaan kendaraan bermotor.
Pembiayaan sepeda motor masih mendominasi hingga 50% dan sisanya pembiayaan mobil, kendaraan roda empat komersial, dan alat berat.
Pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru perseroan mencapai 38% menjadi Rp3,23 triliun sepanjang 2011 dari Rp2,34 triliun pada tahun sebelumnya.
Adapun, Indomobil Finance mengalami pertumbuhan laba bersih sebesar 11,97% menjadi Rp53,87 miliar pada 2011 dari Rp48,11 miliar pada 2010.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Thursday, April 5, 2012
Thursday, March 29, 2012
Invictus(2009)
Invictus(2009): I'm the master of my faith, I'm the captain of my soul
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Sunday, March 25, 2012
The Raid
The Raid (2012): keren abis special effect darahnya, aktingnya, lukanya, gayanya, tengilnya. Brantemnya apa lagi, beuuuuuuh!
Juara deh bwt kelasnya film Endonesa, apalagi pake embel2: pakai beladiri Silat-nya yg asli merah putih. Berantemnya keren, bole diadu sama kung-fu a la Bruce Lee, ato ilmu shaolinnya Jet Lee, ato aikidonya Steven Seagal, ato karatenya Chuck Norris lah.
Bikin tahan nafas (breathtaking), suwer gak ngenyek ini, keren abis! Sadis! Darahnya di mana2, muncratan darahnya riil. Spesial efeknya alusss loh!
Tapiiiii, ada juga kurangnya. Penonton film itu dikejutkan first scene yg agamis sekaligus sportif: solat subuh, latihan pull up, solat lagi, sit up, solat lagi, mukul sansak, solat lagi. Tauk sih mxdnya artistik, tp teteup: kaget krn trnyata ketebak, dan kurang sreg aja nontonnya.
Terus kejutan berikutnya, pemilihan diksi dan skenario:
1. "Aku cinta kamu." (pas pamit ke bini yg lg hamil--aneh,asing.mgkn "aku sayang kamu" lbh enak didenger).
2. "Sekarang kita ke atas." (waktu penjaga paling depan dihajar--padahal harusnya diem2 dan pakai bahasa isyarat khasnya pulisi n tentara krn judulnya operasi penyergapan).
3. "Mereka telah datang." (waktu musuh mendekat ke pintu yg ditutup kulkas--formal abis,awkward apalagi lagi tinggi tense-nya).
Casting n make up juga ada kurangnya, dikit:
1. Preman di film ini kyk film India a.k.a. Bollywood, gakda yg ngerokok cobak? Apa gak ancur itu hati anak SMP yang bercita2 jadi preman, penyulut cerobong pabrik rokok di negeri tercinta ini?
2. Cuman agak kurang dikit waktu brantem terakhir 2on1,gak ada luka berdarah sama skali padahal brantemnya seru banjet, sumprit kalo adabonyoknya keren deh.
Propertinya juga unik:
1. In such of ambush and continued to open fire scenes in the very action movie, there is only a single granade used by the two sides of actors, padahal gw sempet ngebayangin enak banget gerombolan penjahatnya digranat, ato ke polisinya yg lagi mindik2 dan nggerombol.
2. Gak smua personel kompi polisi di film itu juga punya pisau komando, apa cuman si lakon jagoan yg bole bawa?
3. The personnel truck (known as armored personnel carrier/APC) also looks clowny, its more lookalike an armored car to deliver money and valuables (macam G4S) than to be a vehicle for military usage. Mending pake truk es krim yg percis sama mobil SWAT era 1970-an Robert Ulrich.
4. Properti lampu neon terlalu canggih. Masa waktu duel bertiga yg terakhir, itu pecahan neon bisa digenggem dg mantabnya? Ditancepin lagi ke leher si kecil botak gondrong blakang? Itu lampu diperlakukan kayak golok pulak di lehernya (bisa diputer dari samping leher kie depan)? Gak ancur apa ya waktu digenggem?
5. Om Ray Sahetapy, the ruthless crime lord, makannya indomie goreng? Humble amat. Kalo Indomie rebus spesial pake telor dan pake mangkok kristal, mungkin akan lebih enak diliatnya.
Teknik perang-perangan juga kyknya masih bisa bikin gw yg awam ini (bwt gw yg tau perang cuman dari maen Black Ops, Call of Duty, Brothers of Arms, dan untungnya bukan penggemar Counter Strike) menjadi sotoy berat:
1. Pintu masuk kompleks rumah susun itu dikulik pake lockpick, padahal suasana ude panas, harusnya ditendang atao yg keren pake bom plastik dan ketika dibuka tinggal digranat skalian.
2. Rusun banyak yg dimasukin polisi trus dibekep, itu pun gak smua. Apa fungsinya? Kalo mreka tau ada musuh di kamar 15, kamar 123, ya gpp kali ya. Lah orang banyak kamar asal yg dimasukin dan orangnya ditangkepin, apa coba mxdnya?
3. Pihak musuh, yg dipimpin si om Ray Sahetapy, tau2 dapet bala bantuan dari "tetangga" berupa sepasang sniper. Ya kok sebelahan percis lah ya ngeposnya? Gak bagus tuh kyknya bwt strategi (kalo dibazoka ya wassalam lah dua2nya). Dan tuh sepasang sniper cumang kepake satu scene doang untuk ngabisin sepasang biji pulis yg jaga di depan.
4. Waktu pertama kali terpojok dan kejebak rame2 di sbuah ruang rusun, lantai itu kontrakan dikapak sama si lakon jagoan untuk turun ke lante bawahnya. Mbok ya apa kalo ditembak aja bisa lebih cepet yah mas ya?
Satu lagi, ada yg "merasa" ini mirip film Thailand dengan ide cerita sama, penyerbuan ke apartemen. Tp doi lupa judul filmnya apa, dan gw blom berhasil nyari judulnya.
Meskipun lbh banyakan minus dibanding bagusnya, but overall ini bagus untuk film nasional,mdh2an bisa go international (karena sutradaranya bule pulak, meskipun masih baru, si Gareth Evans). Proven by transformasi gw yg gaktau banyak ini jadi berbalik jadi sotoy banget dan jadi kritikus dadakan di tengah bioskop.
*harusnya gw posting ini di http://irvinmenyenxmovies.blogspot.com/, tapi berhubung lancaran pake basa Indo, silahkeun baca ini aja dulu
Monday, March 12, 2012
Peraturan direksi bursa: Antara lex specialis dan tidak demokratis
BI/market
12/3/2012
Irvin Avriano A.
Bisnis Indonesia
Peraturan direksi bursa: Antara lex specialis dan tidak demokratis
DISKUSI di Gedung Bursa Efek Indonesia kemarin tak seperti biasanya. Umumnya, acara sosialisasi hanya melibatkan sekuritas anggota bursa (AB) dan Bapepam-LK.
Sosialisasi tentang revisi peraturan pemilihan direksi bursa efek itu kedatangan tamu istimewa, yaitu Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati.
Anny kebetulan diwawancara stasiun televisi Metro TV yang memiliki mini studio di gedung otoritas bursa tersebut.
Kemudian, dia menyempatkan diri mampir ke ruang diskusi yang jaraknya hanya selemparan batu dari studio.
Namun, simpati dan kedatangan sang profesor di sosialisasi acara itu sempat diasumsikan sebagai intervensi pemerintah. Anny membantahnya.
Dia mengatakan persepsi intervensi dan ketidakdemokratisan yang ada di dalam peraturan tersebut hanya salah kaprah dari pelaku pasar yang belum mendengar penjelasan otoritas pasar modal.
"Tidak ada itu [intervensi dan tidak demokratis]. Tentun setiap peraturan harus dilihat dari sisi ingin menjadikan semua lebih baik. Persepsi [tidak demokratis] timbul karena belum ada penjelasan terkait peraturan tersebut," ujarnya.
...
Thursday, December 29, 2011
29-market-IAA-Smartfren rights issue Rp1,33 triliun setelah reverse stock
BI/market
29/12/2011
Irvin Avriano A.
Bisnis Indonesia
Smartfren rights issue Rp1,33 triliun setelah reverse stock
JAKARTA: PT Smartfren Telecom Tbk, emiten telekomunikasi Grup Sinar Mas, akan menggelar penawaran umum terbatas (PUT/rights issue) Rp1,33 triliun.
Sekretaris Perusahaan Smartfren Ade Rusmanta mengatakan rights issue akan dilakukan emiten berkode saham FREN itu selepas penggabungan nominal saham (reverse stock) 20:1.
Rencana penerbitan 13,36 miliar saham baru dengan harga eksekusi Rp100 itu tertuang di dalam prospektus perseroan di situs Bursa Efek Indonesia hari ini, 29 Desember 2011.
Pelaksanaan rights issue setelah reverse tock biasanya kurang populer bagi pemegang saham publik karena porsi kepemilikannya di perusahaan akan dipaksa berkurang.
Saham baru itu akan diklasifikasikan dalam kelompok seri C yang akan segera dibentuk emiten penyedia jasa komunikas berbasis CDMA tersebut setelah melakukan reverse stock pada akhir Januari.
Perseroan berniat menggelar reverse stock dan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan investornya untuk reverse stock pada 12 Januari tahun depan.
Penggunaan dana
Sebanyak 75% dari dana rights issue, atau senilai Rp1 triliun, akan digunakan untuk melunasi utang dan sisanya untuk modal kerja.
Namun, tidak dijelaskan terinci rencana pelunasan utang yang akan dilunasi perseroan melalui rights issue tersebut.
Perseroan juga belum menentukan pembeli siaga di dalam penerbitan saham baru itu.
Perusahaan memprediksi investor saham yang tidak mengeksekusi haknya dalam rights issue akan terdilusi kepemilikannya sebesar 66,7%.
Perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 30 Januari tahun depan untuk memuluskan rencana rights issue tersebut.
Rugi usaha naik 138%
Meskipun kaya akan rencana ekspansi, Smartfren baru melaporkan rugi usaha sepanjang 9 bulan pertama tahun ini sebesar Rp1,55 triliun, naik 138,4% dari rugi usaha periode yang sama tahun lalu sebesar Rp653,7 miliar.
Laporan keuangan kuartal III/2011 perseroan yang baru dipublikasikan pekan ini menunjukkan turunnya rugi usaha berimbas pada kenaikan rugi bersih sebesar 48% menjadi Rp1,55 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,05 trilliun.
Meskipun demikian, perseroan berhasil mencetak kenaikan pendapatan hingga 136,6% menjadi Rp688,9 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp290,8 miliar.
Jual menara Rp398 miliar
Perusahaan baru mengumumkan penjualan 705 menara telekomunikasinya senilai Rp398 miliar pekan ini.
Penjualan infrastruktur menara dilakukan emiten yang dipimpin Rodolfo Pantoja itu kepada PT Inti Bangun Sejahtera.
Dari sebanyak 705 menara itu, perseroan memiliki sendiri sebanyak 178 menara dan 527 merupakan kepemilikan melalui anak usahanya yang bernama PT Smart Telecom.
Smart Telecom menjadi anak usaha Smartfren setelah aksi backdoor listing Grup Sinar Mas terhadap emiten tersebut melalui skema rights issue pada akhir tahun lalu.
Dalam laporan keuangan perusahaan yang baru dipublikasikan pekan ini, perusahaan mengumumkan dana penjualan menara akan diterima tunai sebelum akhir tahun ini.
Monday, December 26, 2011
Smartfren tegaskan rencana reverse stock
BI/market
27/12/2011
Irvin Avriano A.
Bisnis Indonesia
Smartfren tegaskan rencana reverse stock
JAKARTA: PT Smartfren Telecom Tbk, emiten telekomunikasi yang baru diambil alih Grup Sinar Mas, menegaskan kembali niat menggabungkan nilai nominal sahamnya (reverse stock).
Hal itu disampaikan Sekretaris Perusahaan Smartfren Ade Rusmanta dalam agenda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 12 Januari.
Pengumuman dilakukan sebagai keterbukaan informasi emiten berkode saham FREN itu kepada Bursa Efek Indonesia hari ini, Selasa 27 Desember 2011.
Namun, perseroan belum mengumumkan rasio atau rencana nominal baru untuk saham perusahaan yang sudah beredar.
Umumnya, reverse stock membuat nilai nominal meningkat tetapi memperkecil jumlah saham yang beredar sehingga menjadi kurang likuid.
Namun, dalam kasus Smartfren, jumlah sahamnya terlampau banyak setelah penerbitan saham baru melalui skema penawaran umum terbatas (PUT/rights issue) pada Januari.
Kurang likuid
Saat ini, saham perusahaan bernominal Rp50 dan masih kurang likuid serta tidak bergerak, terlebih sejak melakukan rights issue senilai Rp3,78 triliun pada awal tahun ini.
Harga saham perusahaan masih stagnan di Rp50 siang ini, level terendah di bursa, dan membentuk kapitalisasi pasarnya Rp5,93 triliun.
Saham perseroan terakhir kali diperdagangkan di atas level terendah itu pada 12 Maret 2010 ketika berada di level Rp51.
Selain agenda reverse stock, perseroan juga berniat membentuk saham baru seri C dengan nominal Rp100.
Perusahaan yang dulunya bernama PT Mobile-8 Telecom Tbk itu juga berniat menambah nominal modal dasarnya menjadi Rp27,77 triliun.
Terakhir kali, perusahaan meningkatkan modal dasarnya menjadi Rp12,6 triliun dari sebelumnya Rp8 triliun pada 19 Oktober 2010.
Emiten yang dipimpin Rodolfo Pantoja itu juga mengagendakan restrukturisasi obligasi wajib konversi dalam RUPSLB itu.
Jual menara
Perusahaan baru mengumumkan penjualan 705 menara telekomunikasinya senilai Rp398 miliar.
Penjualan infrastruktur menara dilakukan kepada PT Inti Bangun Sejahtera, yang diakui pihak tidak terafiliasi.
Dari sebanyak 705 menara itu, perseroan memiliki sendiri sebanyak 178 menara dan 527 merupakan kepemilikan melalui anak usahanya yang bernama PT Smart Telecom.
Smart Telecom menjadi anak usaha perseroan setelah aksi backdoor listing Grup Sinar Mas terhadap emiten tersebut melalui skema rights issue pada akhir tahun lalu.
Dalam laporan keuangan perusahaan yang baru dipublikasikan hari ini, Selasa 27 Desember 2011, perusahaan mengumumkan dana penjualan menara akan diterima tunai sebelum akhir tahun ini.
Wednesday, December 21, 2011
Panax-Molten perpanjang pendanaan A$11 juta proyek Indonesia
Panax-Molten perpanjang pendanaan A$11 juta proyek Indonesia
BI/market
12/12/2011
Irvin Avriano A.
Bisnis Indonesia
JAKARTA: Panax Geothermal Ltd memperpanjang kontrak pendanaan senilai A$11 juta untuk proyek pembangkit listrik di Indonesia dengan Molten Power Corp.
Emiten Australia itu berniat membangun pembangkit listrik panas bumi di Indonesia untuk perusahaan Grup Bakrie yang bernama PT Bakrie Power.
Hal itu terungkap di dalam keterbukaan informasi perusahaan berkode saham PAX itu di situs otoritas Bursa Australia hari ini.
Perpanjangan kontrak dilakukan hingga 28 Februari. Sebelumnya, perusahaan berencana mematangkan perjanjian pemegang saham 90 hari sejak diumumkan pada 8 Agustus lalu.
Dari A$11 juta pendanaan, yang setara dengan Rp102,29 miliar, sebanyak A$10 juta akan ditukar dengan 50% saham anak usaha Panax yang bernama Panax Geothermal Singapore No.1, yang membawahi proyek Panax di Indonesia.
Sisanya, yaitu sebesar A$1 juta, akan ditukar dengan saham Panax dalam skema rights issue.
Proyek kerja sama antara Panax dengan Bakrie Power sudah berlangsung sejak 18 bulan sejak Agustus, yang berarti sekurangnya sudah terjalin sejak Februari 2010.
Harga saham perusahaan perusahaan pembangkit listrik kelas menengah di Australia itu stagnan di level A$0,016 siang ini.
Harga itu membentuk kapitalisasi pasarnya A$7,13 juta, yang setara dengan Rp66,02 miliar. Rerata kapitalisasi pasar sektor migas dan bahan bakar konsumsi di Bursa Australia sebesar Rp3,84 triliun.
Subscribe to:
Posts (Atom)